KEUTAMAAN
10 HARI PERTAMA BULAN DZUL HIJJAH
Memasuki bulan ke 12 tahun Hijriyyah tepatnya bulan Dzul
Hijjah kita sebagai muslim diingatkan untuk terus bersemangat melakukan
ibadah-ibadah. Bulan Dzul Hijjah memiliki keutamaan yang rugi kalau
terlewat untuk mengamalkannya. Dalam Hadist terkait kemuliaaan Dzul Hijjah
yang diriwayatkan oleh imam Bukhori dalam Kitab Riyadusholihin yaitu:
روى
البخاري رحمه الله عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :
ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر –
قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا
رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas
Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak
ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada
hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.
Mereka bertanya : Ya Rasulullah,
tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi
sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya,
kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun“.
Hadis
ini menjelaskan bahwa pahala amal saleh
selama hari-hari ini dilipatgandakan dengan cara yang tidak terjadi pada waktu
lain. Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya memanfaatkan hari-hari ini dan
meningkatkan ketaatannya selama hari-hari tersebut. Di antara amal ketaatan
yang paling mulia selama hari-hari ini adalah dengan dzikir atau mengingat
Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia. Bentuk dzikir yang paling agung adalah
membaca Al-Quran, takbir, tahlil dan tahmid. Dalam Musnad Ahmad dan lainnya
disebutkan:
وروى الإمام أحمد رحمه الله عن
ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام أعظم ولا
احب إلى الله العمل فيهن من هذه الأيام العشر فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير
والتحميد
وروى ابن حبان رحمه الله في
صحيحه عن جابر رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: أفضل الأيام يوم
عرفة.
“Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhuma,
bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling
agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada
sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir
dan tahmid“.
Amal-amal saleh meliputi
amalan wajib, semua amal kebaikan dan perbuatan baik, serta ibadah sunnah. Ini
termasuk ibadah seperti salat, sedekah, dan puasa, terutama puasa pada Hari
Arafah. Setiap amalan wajib yang dilakukan selama sepuluh hari ini lebih utama
daripada amalan wajib yang dilakukan di waktu lain. Demikian pula, amalan
sunnah yang dilakukan selama sepuluh hari ini lebih utama daripada amalan
sunnah yang dilakukan di waktu lain. Ini juga termasuk menjauhi
perbuatan-perbuatan haram dan dosa. Siapa pun yang menjauhi dosa selama
hari-hari ini pasti akan menerima pahala yang lebih besar daripada jika mereka
menjauhi dosa di waktu lain.
والله اعلم