Selasa, 19 Mei 2026

Published Mei 19, 2026 by Media Dakwah with 0 comment

20 Mei, Hari Kebangkitan Nasional

KUA Pabedilan. Tahun ini, Pemerintah Indonesia kembali memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu, 20 Mei 2026. 

Ada banyak faedah ketika dalam membaca dan memaknai sejarah-sejarah penting yang telah lalu bangsa kita, terutama era ketika bangsa ini berjuang penuh pengorbanan untuk mendapatkan kemerdekaan. 

Dilansir dari kanal Kementerian Agama, Muhammad Adib Abdushomad menyebut kita membutuhkan kebangkitan baru: kebangkitan yang tidak hanya simbolik, tetapi transformatif. Kebangkitan yang tidak hanya mengenang sejarah masa lalu, tetapi mampu membaca tantangan kekinian dan merumuskan solusi masa depan. Hari Kebangkitan Nasional bukan milik kelompok atau ormas tertentu, bukan milik elit politik tertentu, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia.

Kebangkitan termasuk momentum terpenting bagi kita hari ini. Untuk menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. 

Editor : RH

Read More
Published Mei 19, 2026 by Media Dakwah with 0 comment

Hadist Motivasi untuk menggapai cita-cita

 

احرِص على ما ينفعُكَ واستعِن باللَّهِ ولا تعجِزْ

Artinya:

“Semangatlah dalam hal yang bermanfaat untukmu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan malas (patah Semangat).

HR. Muslim

Read More
Published Mei 19, 2026 by Media Dakwah with 0 comment

Bahaya meremehkan dosa dan tidak menjaga pandangan

 Ulama berkata dalam sya'ir:

كُلُّ اْلحَوَادِثِ مَبْدَاهَا مِنَ النَّظَرِ    وَمُعْظَمُ النَّارِ مِنْ مُسْتَصْغِرِ الشَّرَرِ

" Seluruh kejadian yang baru, pangkalanya dari pandangan mata
Api yang besar asalnya dari percikan api yang kecil*

 

* mayoritas penghuni api neraka itu adalah mereka yang suka meremehkan dosa

 

وَالْمَرْءُ مَا دَامَ ذَاعَيْنٍ يُقَلِّبُهَا    فِي أَعْيُنِ اْلغِيْدِ مَوْقُوْفٌ عَلىَ اْلخَطَرِ

Manusia, selama ia masih punya mata yang senang melihat
Pada mata si cantik jelita maka akan membawa bahaya.

 

يَسُرُّ نَـاظِرَهُ  مَا ضَرَّ خَاطِرَهُ    لَا مَرْحَبًا بِسُرُوْرٍ جَاءَ بِالضَّرَرِ

Nikmat pandangan matanya dirasa berbahaya dalam hatinya.
Tidak ada ucapan selamat bagi kesenangan yang membawa bencana.

 

كَمْ نَظْرَةٍ فَعَلَتْ فِيْ قَلْبِ صَاحِبِهَا    فِعْلَ السِّهَامِ بِلاَ قوْسٍ وَلاَ وَتَرِ

Banyak pandangan yang mengganggu hati pemiliknya
Laksana serangan anak panah tanpa busur dan talinya
Read More

Minggu, 17 Mei 2026

Published Mei 17, 2026 by Media Dakwah with 0 comment

FADHILAH 10 HARI PERTAMA BULAN DZUL HIJJAH


KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZUL HIJJAH

 

Memasuki bulan ke 12 tahun Hijriyyah tepatnya bulan Dzul Hijjah kita sebagai muslim diingatkan untuk terus bersemangat melakukan ibadah-ibadah. Bulan Dzul Hijjah memiliki keutamaan yang rugi kalau terlewat untuk mengamalkannya. Dalam Hadist terkait kemuliaaan Dzul Hijjah yang diriwayatkan oleh imam Bukhori dalam Kitab Riyadusholihin yaitu:


روى البخاري رحمه الله عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر – قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء

 

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.

 

Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun“.


Hadis ini  menjelaskan bahwa pahala amal saleh selama hari-hari ini dilipatgandakan dengan cara yang tidak terjadi pada waktu lain. Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya memanfaatkan hari-hari ini dan meningkatkan ketaatannya selama hari-hari tersebut. Di antara amal ketaatan yang paling mulia selama hari-hari ini adalah dengan dzikir atau mengingat Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia. Bentuk dzikir yang paling agung adalah membaca Al-Quran, takbir, tahlil dan tahmid. Dalam Musnad Ahmad dan lainnya disebutkan:

 

وروى الإمام أحمد رحمه الله عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام أعظم ولا احب إلى الله العمل فيهن من هذه الأيام العشر فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

وروى ابن حبان رحمه الله في صحيحه عن جابر رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: أفضل الأيام يوم عرفة.

 

Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid“.

Amal-amal saleh meliputi amalan wajib, semua amal kebaikan dan perbuatan baik, serta ibadah sunnah. Ini termasuk ibadah seperti salat, sedekah, dan puasa, terutama puasa pada Hari Arafah. Setiap amalan wajib yang dilakukan selama sepuluh hari ini lebih utama daripada amalan wajib yang dilakukan di waktu lain. Demikian pula, amalan sunnah yang dilakukan selama sepuluh hari ini lebih utama daripada amalan sunnah yang dilakukan di waktu lain. Ini juga termasuk menjauhi perbuatan-perbuatan haram dan dosa. Siapa pun yang menjauhi dosa selama hari-hari ini pasti akan menerima pahala yang lebih besar daripada jika mereka menjauhi dosa di waktu lain.

والله اعلم


Read More

Sabtu, 09 Mei 2026

Published Mei 09, 2026 by Media Dakwah with 1 comment

Ikrar Wakaf Musholla An Nahdliyah Desa Tersana

Pabedilan — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pabedilan Bapak Sakrurroji,  S. Ag selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) memimpin secara langsung proses ikrar wakaf yang dilaksanakan di Musholla An Nahdliyah Desa Tersana



Ikrar wakaf tersebut dilakukan oleh wakif Bapak H. Warsid, dengan Nazir adalah Bapak Ustadz Muhamad Shobur. Proses ikrar wakaf berlangsung dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan disaksikan oleh beberapa Staf KUA dan masyarakat sekitar musholla An Nahdliyah

Dalam pelaksanaan ikrar wakaf, Kepala KUA Kecamatan Pabedilan Bapak Sakruroji, S.Ag selaku PPAIW memastikan seluruh tahapan administrasi dan syarat hukum wakaf telah terpenuhi, sehingga wakaf yang diikrarkan memiliki kekuatan hukum dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan umat.

Kegiatan ikrar wakaf ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Muhamad Shobur memohon keberkahan atas wakaf yang telah diikrarkan agar membawa manfaat luas bagi umat. Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan.

Melalui pelaksanaan ikrar wakaf ini, Bapak Ade Susanto menyampaikan bahawa KUA Kecamatan Pabedilan berkomitmen untuk terus mendorong masyarakat melakukan ikrar wakaf secara resmi di KUA di samping itu yang utama yaitu memberikan pelayanan prima dalam bidang perwakafan serta mendorong optimalisasi wakaf sebagai instrumen penguatan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat. 

Editor : RH


Read More